Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts

Tuesday, June 22, 2021

Kosan Murah Tapi Angker


https://hideouses.blogspot.com/2021/06/kosan-murah-tapi-angker.html


Kosan Murah Tapi Angker - Pada saat itu jam sudah menunjuk pukul 1 pagi. Tapi karena tugas kampus aku terpaksa harus begadang demi menyelesaikan semua tugas ku yang memang harus dikumpulkan jam 8 pagi.


Karena sudah larut malam, tentu keadaan kos sangat sepi, Bahkan kelewat sepi. Yang terdengar hanya ketukan keyboard laptopku. Tumben juga pada saat itu aku tidak kepikiran untuk menyalakan musik.


Awalnya sih suasana oke-oke aja, Itu karena pikiranku fokus pada tugas. Tiba-tiba Srrr! Entah dari mana hawa dingin itu datang, tapi yang pasti sensasinya sukses buat bagian tubuhku sebelah kanan merinding gila.

Tentu aku langsung menoleh ke kanan, ternyata kosong.


“Yaiyalah, aku memang sendiri dikamar.“ Begitulah pikirku.


Aku lanjut ngetik yang sialnya mendadak kebelet pipis, Kebetulan toilet berada diluar kamar, hanya berjarak 4 meter dari kamar aku. Yang jadi masalah, disaat ketakutan seperti ini, kenapa harus keluar kamar segala! Harus kekamar mandi lagi!


Gak mungkin ditahan, aku paksa kaki ku bergerak, ku buka pintu kamarku. Alamak.. kenapa lampu ruang tengah dimatiin?!


Padahal sedang takut, tapi tetap aja mataku liat ke kanan ke kiri, buat mastiin di tangga kosong apa tidak? Di lorong kamar-kamar kos kosong apa tidak? Dan syukur lah ternyata kosong, hanya gelap saja.


Aku langsung jalan cepat menuju kamar mandi, Ini yang buat aku selalu menghindari ke kamar mandi di malam hari. Karena asbes kamar mandi kos ada lubangnya, Gak besar banget sih cuma 40cm gitu besarnya. Tapi kan tetap aja mata ini lirik-lirik pandang ke lubang itu. Berharap gak ada yang ngintip, dan yang terlihat hanya kegelapan.


Saking parnonya, cebok pun asal-asal. Anggap saja bersih. Sedetik itu aku sudah kembali kekamar, gak lupa kunci pintu. Lalu aku lanjut mengetik tugas.


Lagi-lagi hawa dingin entah dari mana menggoda tubuhku sebelah kanan, Kali ini berhasil buat aku merinding sampe kaku gitu. Karena terasa sangat aneh, Semua bulu di tanganku berdiri tegak. Badanku seperti meriang gitu.


     “Udah gak bener ini.“ Batinku.

Aku save tugasku dan ku rapikan buku-buku ku.

     “Ada apa lagi ini? Liat gak ya?“ entahlah, aku merasa seperti ada yang memperhatikanku.


     “Shit lah. Ganggu aja.“ gak tau kenapa, aku malah kesal. Yaiyalah, masa aku diatur-atur hantu! Berkat amarah, aku berani menoleh dan..


https://hideouses.blogspot.com/2021/06/kosan-murah-tapi-angker.html

Aku beserta kursiku mendarat ke lantai, Ada cewek disana. Bajunya putih dan panjang sampai menyentuh lantai, wajahnya tertutupi rambut. Dia berdiri disampingku tepatnya disamping kursiku. Aku sih takut, tapi amarah lebih menguasaiku. Baru saja aku hendak lanjut memaki, eh dianya sudah tak ada.


Tak berselang lama

Tok! Tok! Tok! (Pintu kamarku diketuk)

     “Taik lah!“ makiku lagi.


Siapa lagi kalau bukan si hantu! Dikos itu Cuma aku sendiri karena memang tidak ada yang mau ngekos selain aku,  dan yang jaga kos juga sedang tidak tidur di kos setau ku.


     “Pantas kosan ini murah!“


Ketukan pintu itu hanya terdengar 3 kali begitulah yang aku ingat sebelum akhirnya keadaan kembali senyap.


“Baru juga seminggu ngekos disini, Kalau besok langsung cabut kan sayang uangnya.“ dan pilihan aku jatuh ke... Tetap ngekos disana.


Bodoh amat sama hantu. Toh lama-lama dia bakal bosan hantuin aku!


Tapi nyatanya setelah 2 bulan kemudian. Hampir setiap hari dia gangguin aku. Suara anak ayam di tengah malam, suara ketukan, tawa dan tangis dia dan sebagainya.


Sebenarnya aku sudah lumayan kebal dengan hantu-hantuan berkatnya si hantu cewek, tapi karena aku gak bisa istirahat dengan nyaman, di bulan ketiga aku mutusin untuk keluar dari sana.



END-

By _Nove_ via wattpad

Wednesday, February 7, 2018

Manusia Kanibal : Issei Sagawa

Manusia Kanibal : Issei Sagawa

Rupanya memang benar, berbekal pendidikan memadai dengan kemampuan intelektual yang sangat baik serta lahir dari keluarga kaya raya ternyata tak menjamin seseorang untuk selalu berbuat baik. Tengok saja, Issei Sagawa, pria cerdas keturunan keluarga kaya di Jepang dengan keji membunuh temannya sendiri.

Lebih kejam dari itu, Sagawa ternyata memakan wanita cantik yang telah dibunuhnya tersebut. Renee Hartevelt, sang korban, merupakan teman kelas Sagawa sendiri.
Setelah terbukti bersalah melakukan pembunuhan tersebut di Paris pada 1981, Sagawa tak segang-segan mengakui perbuatannya. 
Dia mengaku telah menembak kepalanya dan memakan sebagian anggota tubuh Hartevelt.
Yang menjadi kontroversi dari kasus tersebut, adalah keluarga Sagawa berhasil membebaskan dia dari segala hukuman. Mengapa Sagawa bisa dinyatakan bebas?

Pendidikan Tinggi Issei Sagawa
Issei Sagawa lahir prematur di Tokyo pada 1949. Sagawa merupakan anak dari keluarga super kaya yang mendapat perhatian penuh dari ayah dan ibunya.
Sagawa merupakan pria pendek dengan tangan dan kaki yang terbilang kecil untuk pria berusia 20 tahunan. Bahkan suaranya terdengar seperti wanita.
Manusia Kanibal : Issei Sagawa

Dengan kemampuan intelektual yang sangat tinggi, Sagawa dengan mulus merampungkan gelar sarjana di jurusan Sastra Inggris, Wako University di Tokyo. Pada 1977, di usia ke-28, Sagawa melanjutkan studinya ke luar negeri.
Dia memilih Paris untuk mendapatkan gelar PhD. Di sanalah dia bertemu dengan Hartevelt yang kemudian menjadi korban dari segala kekejian dan obsesi kanibalismenya sejak masih remaja.

Membunuh dan Memakan Wanita Cantik
Dengan tubuh yang kurang menarik bagi para wanita, Sagawa terobsesi dengan wanita cantik. Gejala dari obsesi tersebut ditunjukkan sejak dia masih berusia remaja.
Sagawa mengaku selalu ingin memakan wanita cantik yang ditemuinya di mana saja. Sagawa pernah mencoba merealisasikan fantasinya dengan masuk secara diam-diam ke apartemen dosennya di Tokyo.
Dosen asal Jerman tersebut memang telah membuat Sagawa tergila-gila. Namun aksi tersebut gagal saat dosen tersebut terbangun dan berteriak membuat Sagawa ketakutan.
Kejadian tersebut justru semakin menambah hasratnya pada wanita cantik. Obsesi tersebut dibawanya ke Paris dan membuatnya jatuh cinta pada teman sekelasnya.
Manusia Kanibal : Issei Sagawa

Di Paris, dia bertemu dengan gadis asal Belanda, Renee Hartevelt. Kulitnya yang putih dengan lekuk tubuhnya yang sempurna membuat Sagawa tergila-gila.
Setelah berhasil membujuk Hartevelt datang ke apartemennya untuk belajar bersama, Sagawa langsung melancarkan aksinya. Dia lantas menembak Renee Hartevelt dan memakan anggota tubuhnya selama dua hari.
Sisa tubuhnya lantas hendak dibuang ke danau menggunakan koper namun polisi berhasil membekuk Sagawa.

Akui Kesalahan, Sagawa Dibebaskan
Setelah dibekuk polisi, Sagawa mengaku telah membunuh dan memakan bagian tubuh Hartevelt. Mengetahui anaknya tersangkut kasus pembunuhan, ayah Sagawa yang kaya raya lantas membayar pengacara handal di Paris.
Manusia Kanibal : Issei Sagawa

Dengan alasan gangguan jiwa, Sagawa lantas dibebaskan dari segala tuduhan dan hukuman. Itu setelah Sagawa menjalani sejumlah tes mental dan psikologis.
Setelah dibebaskan dari hukumannya, dia menjadi selebriti di Jepang setelah mempublikasikan buku mengenai pembunuhan yang dilakukannya. 

Sagawa kini tinggal di Tokyo dan kebebasannya masih sangat kontroversial hingga saat ini.

HCI

Monday, January 29, 2018

44 Hari Penyiksaan Kejam 'Junko Furuta'


Junko Furuta adalah seorang gadis berumur 16 tahun yang sama seperti gadis lainnya. Ia seorang pribadi yang ceria, bersahaja, dan sangat baik. Junko adalah siswi dari sekolah menengah Misato, di Saitama Prefecture, Jepang. Ia adalah seorang remaja yang cantik, tidak seperti remaja lainnya. Junko tidak pernah merokok atau minum-minuman keras.

Junko sangat terlihat tidak menarik di mata para remaja gengster saat itu, namun Hiroshi Miyano menaruh hati padanya. Hiroshi memang tidak pernah menginginkan hubungan yang sesungguhnya, ia hanya ingin bersenang-senang dan “mencicipi” Junko. Hiroshi biasa melakukan kekerasan di sekolahnya, dan ia adalah salah satu generasi muda dari Yakuza. Tidak ada yang berani menolaknya, tapi Junko dengan berani mengatakan “Tidak.” Dan inilah awal dari serangkaian mimpi buruk, mimpi terburuk yang mungkin dapat terjadi pada seorang wanita atau bahkan manusia.

Pada 25 November 1988, Junko diculik oleh 4 orang remaja. Salah seorang dari remaja itu adalah Hiroshi. Dan inilah awal mula dari mimpi buruk yang berlangsung selama 44 hari, dan Junko harus menghadapinya seorang diri. Selama 44 hari Junko harus melawati penyiksaan paling kejam yang mungkin pernah terjadi pada seorang wanita, penyiksaan yang tidak pantas dilakukan siapapun terhadap seseorang. 

Selama masa penculikan Junko dipaksa menelpon orang tuanya dan mengatakan bahwa ia lari dari rumah lalu tinggal bersama temannya. Ia dipaksa memberitahu orang tuanya jika dia dalam keadaan baik-baik saja. Para penyekap Junko melakukan ini agar polisi tidak melakukan pencarian paska menghilangnya Junko.

Orang tua dari Nobuharu Minato, pemuda yang rumahnya digunakan untuk menyekap Junko hanya datang beberapa kali dalam sebulan. Ketika orang tua Nobuharu datang, Junko dipaksa untuk mengaku sebagai pacar salah satu dari mereka. walaupun orang tua Nobuharu menyadari bahwa Junko sepertinya diculik, mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka takut berhubungan dengan Hiroshi yang merupakan generasi dari Yakuza.

Selama 44 hari masa penculikannya, Junko dipaksa untuk bertahan menerima segala macam siksaan mereka, menahan segala penderitaan dan rasa sakit yang benar-benar tidak tertahan. Sampai akhirnya Junko dibunuh.
Selama 44 hari Junko di paksa untuk telanjang bulat, tanpa sehelai pakaian yang menempel di tubuhnya. ia diperkosa oleh lebih dari 100 pria lewat, maaf anus dan vagina, penculik Junko juga mengundang beberapa anggota Yakuza untuk memperkosa Junko setiap harinya, diperkirakan Junko sudah diperkosa sampai 500 kali. pada titik tertentu ia diperkosa oleh 12 laki-laki yang berbeda dalam satu hari.

Selama 44 hari Junko juga harus menerima pukulan keras di wajahnya, mereka memukuli Junko dengan stik golf, dan membenturkan wajahnya ke lantai. 100 pria yang memerkosa Junko mengakui menikmati perlakuan mereka, mereka sangat senang saat melukai Junko. Setelah diperkosa, Junko dipaksa untuk masturbasi di depan mereka dan tamu-tamu mereka. mereka juga memasukan beberapa benda asing ke dalam anus dan Vagina Junko, seperti sebuah botol air mineral, lempengan besi, gunting, tongkat untuk menusuk daging panggang, dan panggangan yang sangat panas. Hiroshi juga membakar klitorisnya dengan sebuah korek api.

Junko tidak pernah diberi makan, ataupun minum. Ia dibiarkan kelaparan dan kehausan. Ia dipaksa untuk makan kecoa hidup dan meminum air seninya sendiri. Selain itu, para penculik Junko juga memasukan kembang api yang masih menyala ke dalam lubang dubur Junko, hingga kembang api itu padam. Itu mengakibatkan luka bakar yang cukup parah.
Setelah itu mereka menjepit puting Junko menggunakan penjepit besar hingga membuat putingnya robek, dan mengeluarkan darah yang cukup banyak. Junko tidak tahu lagi apa yang ia rasakan, seluruh tubuhnya sudah dipenuhi rasa sakit yang teramat sangat. Kemudian mereka mengikat tubuh Junko dengan posisi tangan dan kaki terbuka di atas lantai, lalu mereka menjatuhkan sebuah Dumbbell yang berat ke atas perutnya, ini mengakibatkan seluruh isi perut Junko keluar. Isi perutnya keluar melalui anus dan mulut.

Junko berharap segala siksaannya berakhir, tapi bukannya berakhir. Ia malah digantung di langit-langit rumah dengan keadaan telanjang dan dibiarkan kedinginan selama beberapa hari. Setelah beberapa hari tubuh Junko diturunkan, Hiroshi meneteskan lilin panas ke atas pelupuk mata Junko, lalu membakarnya.
Setelah itu mereka menusuk payudara Junko dengan jarum jahit, hingga jarum itu memenuhi payudaranya. Dan yang paling menyakitkan adalah mereka memasukan sebuah lampu bohlam ke dalam vagina Junko, kemudian menggosok-gosokannya hingga bola lampu itu meledak di dalam rahim Junko. Hal ini membuat luka robek yang sangat serius di rahim Junko.

Selama masa penyiksaan itu, Junko berusaha keras untuk bernapas. Ia mengalami kesulitan bernapas melalui hidung karena darah sudah membanjiri rongga hidungnya. Ia mengalami trauma, begitupun organ-organ tubuh Junko. Hingga tubuhnya menolak saat ia mencoba untuk makan, dan minum. Junko terus menerus muntah, dan itu membuatnya mengalami dehidrasi yang ekstreme. Tidak cukup sampai disitu, itu juga membuat penyekapnya kembali menyiksanya dan melayangkan beberapa pukulan ke wajahnya yang sudah membiru, bahkan mengihitam karena ia mengotori karpet.

Saat orang-orang yang menyanderannya sedang beristirahat minum-minum, Junko berusaha untuk menghubungi polisi. Tapi aksinya itu tertangkap, dan membuatnya harus merasakan hukuman atas pecobaan melarikan diri. Mereka menyiram kaki Junko dengan bensin dan membakarnya, membuat seluruh kulit kakinya melepuh. Mereka juga memasukan sebuah botol besar ke dalam anusnya, menyebabkan pendarahan hebat di bagian dalam anusnya.

Dengan kaki yang terbakar, dan luka-luka yang memenuhi tubuhnya. ia tidak lagi bisa berjalan, bahkan tangannya pun tidak dapat menggenggam apapun. Seluruh tulang di tubuhnya patah karena pukulan yang bertubi-tubi. Karena saat itu sedang musim dingin, Junko dipaksa untuk tidur di teras rumah dengan suhu dingin yang ektreme.
Dengan segala luka bakar, dan pendarahan akibat benda-benda asing yang dimasukan ke tubuhnya. Junko hanya bisa menrangkak, ia harus menghabiskan 1 jam untuk merangkak ke kamar mandi. 
Gendang telinga Junko pecah, dan ukuran otaknya pun menyusut.

Di hari ke 43 Junko sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang ia rasakan diseluruh tubuhnya, bahkan ia meminta dibunuh saja saat itu dan menyelesaikan seluruh rasa sakitnya. Tapi para penculiknya tidak menyetujui keinginan Junko, mereka pun tidak mau membunuh Junko. Sebuah permintaan yang paling buruk yang pernah terucap dari mulut manusia.

Pada 4 Januari 1989. Para penculik Junko mengajaknya bermain Mahjong, dan tanpa diduga Junko memenangkan permainan. Tapi kemenangannya justru membawa petaka baginya, para penculik Junko geram karena kemenangannya. Mereka memukulinya (lagi) dengan barbel besi, dan membakar kaki, tangan perut, dan wajahnya setelah menyiraminya dengan bensin.

Seluruh tubuh Junko sudah dipenuhi luka bakar, lebam, dan pendarahan yang sudah sangat parah. Ia juga mengalami dehidrasi yang lebih hebat, seluruh oragan tubuhnya mengalami shock. Hingga akhirnya Junko meninggal keesokan harinya.

Para penculik memasukan tubuh Junko ke dalam sebuah drum besar, lalu mengisinya dengan 55 galon semen. Setelah itu mereka membuang drum itu di Koto, Tokyo.
Junko akhirnya harus menyerah, ia meregang nyawa dengan tubuh yang hancur. Ia harus menyerah setelah dikepung dengan rasa sakit yang meremukan, ia tidak punya pilihan. Ia mati di tangan manusia-manusia yang tidak terlihat seperti manusia. Seorang gadis 16 tahun yang mungkin masih mempunyai masa depan yang membentang, ia harus rela meninggalkan semuanya. Masa depannya, keluarganya, dan cinta yang menungkin menunggunya.

PENAHANAN DAN HUKUMAN
Para cowok itu ditangkap dan disidangkan sebagai orang dewasa, tapi karena Jepang menangani kejahatan yang dilakukan oleh pelaku yang masih dibawah umur, maka identitas mereka disembunyikan oleh persidangan. Akan tetapi, seminggu kemudian, majalah mingguan bernama Shukan Bunshun menerbitkan nama mereka, dengan menyatakan "Hak asasi tidak dibutuhkan oleh penjahat biadab". Mereka juga menerbitkan nama asli Furuta lengkap dengan detail tentang kehidupan pribadinya dan menerbitkannya besar-besaran di media.

Kamisaku dituntut sebagai pemimpin para cowok itu menurut persidangan. Keempat cowok itu diberi dinyatakan bersalah tetapi hanya diberi hukuman 8 tahun (seharusnya hukuman mati tuh dengan cara paling menyakitkan dengan tuntutan "membuat luka fisik yang menyebabkan kematian", yang seharusnya mereka dituntut dalam tuntutan pembunuhan).

Orang tua cowok pelaku menjual rumah mereka dengan harga maksimum 50 juta yen atau 5 miliar rupiah dan membayarnya sebagai kompensasi untuk keluarga Furuta. Penderitaan Furuta tidak sebanding dengan harga berapapun.
Orangtua Junko Furuta terkejut dengan kalimat yang diterima dari pembunuh anak perempuannya.

Buat yang belum mengerti atau belum paham jelas kronologi diatas, ini penjelasan kronologi kejadian menurut catatan sidang dari pengakuan para Tersangka :

Hari 1: 25 november 1988:
- Penculikan atas Furuta
- Dikurung sebagai tahanan dirumah, dan dipaksa berpose sebagai pacar salah satu cowok
- Diperkosa
- Dipaksa telepon orangtuanya dan mengatakan kalau dia kabur dan dia dalam situasi aman
- Kelaparan dan kekurangan gizi
- Diberi makan kecoak dan minum kencing
- Dibakar dengan korek api

Hari 16: 1 desember 1988:
- Menderita luka pukulan keras yang tak terhitung berapa ratus kali
- Muka terluka karena jatuh dari tempat tinggi ke permukaan keras
- Tangan diikat ke langit langit dan badannya digunakan sebagai sasak untuk ditinju
- Hidungnya dipenuhi sangat banyak darah sehingga dia cuma bisa bernafas lewat mulut
- Barbel sering dipukulkan ke perutnya
- Muntah darah ketika minum air (lambungnya ga bisa menerima air itu)
- Mencoba kabur dan dihukum dengan sundutan rokok di tangan
- Cairan seperti bensin dituang ke telapak kaki, dan betis hingga paha lalu dibakar
- Botol dipaksa masuk ke anusnya, sampe masuk, menyebabkan luka.

Hari 26: 10 desember 1989:
- Tidak bisa jalan dengan baik karena luka bakar dikaki
- Dipukuli dengan tongkat bamboo
- Petasan dimasukin ke anus, lalu disulut
- Tangan dipenyet (dipukul supaya gepeng) dengan sesuatu yang berat dan kukunya pecah
- Dipukulin dengan tongkat dan bola golf
- Memasukan rokok ke dalam kemaluan (atau mungkin maksudnya dijadiin asbak, dimatiin di kemaluan dan abunya dibuang ke dalam)
- Dipukulin dengan tongkat besi
- Saat itu musim dingin bersalju (dinginnya pasti dibawah 0 dejat alias minus) disuruh tidur di balkon
- Tusuk sate dimasukin ke dalam kemaluan dan anus menyebabkan pendarahan

Hari 30:
- cairan lilin panas diteteskan ke mukanya
- Lapisan mata dibakar korek api
- Dadanya ditusuk jarum
- Pentil kiri dihancurkan dan dipotong
- Bola lampu panas dimasukin kekemaluan
- Luka berat di kemaluan karena dimasukin gunting
- Ga bisa pipis dengan normal
- Luka sangat parah hingga membutuhkan sejam untuk merangkak turun tangga
- Gendang telinga rusak parah
- Ukuran otak yang menciut sangat banyak

Hari 40:
- memohon sama para penyiksa untuk di bunuhnya saja.

1 january 1989: tahun baru
- Sendirian di dalam gudang. Kedinginan dengan menahan nyeri di beberapa bagian tubuh karena dimutilasi.
- ga bisa bangun dari lantai

Hari ke 44:
- para cowok itu menyiksa badannya yang termutilasi dengan barbel besi, dengan menggunakan alasan kalah main mahyong.
- Furuta mengalami pendarahan di hidung dan mulut.
- Mereka menyiram mukanya dan matanya dengan cairan lilin yang dibakar.
- Cairan korek api dituang ke kaki tangan muka, perut dan dibakar. Penyiksaan akhir ini berlangsung sekitar 2 jam nonstop.
- Junko furuta meninggal hari itu dalam rasa nyeri sakit dan sendirian. 

Hari ke 45
- Mengisolasi mayat Furuta tanganya dan kakinya jadi satu, memasukan dalam drum lalu mengisinya dengan semen dan buang di tanah kosong.

Source : Kaskus

Monday, January 8, 2018

Kisah Nyata 'Pocong Terjelek'

Kisah Nyata 'Pocong Terjelek'

Kalian pernah melihat pocong gak? Kalau aku lihat pocong ada sih beberapa kali, tapi ada sekali aku lihat pocong paling menyeremkan. 

Waktu itu di acara pesta teman kakak ku menikah, beberapa hari sebelum hari H-nya aku bantu-bantu disitu, beberapa kali aku sempet melihat ada pocong dirumah itu tapi dengan jarak sedikit agak jauh, aku mulai bertanya-tanya, ko ditengah keramaian gini ada pocong? karna ada yang ganjil aku coba untuk memberi tahu sama temen ku itu. Rosy namanya.
*Aku ; Ros aku beberapa kali lihat pocong deh disini.
*Rosy ; Duh mulai deh hayalan tingkat tingginya.
*Aku ; ngak si beneran aku lihat.
*Rosy ; sudah deh Key jangan bikin aku parno, disini terlalu rame orang gak mungkin setan berani nongol yang ada nanti digebukin itu pocong sama orang sekampung (Rosy gak percya sama aku dia berlalu begitu saja sambil ketawa ngeledek).

Rasa penasaran aku gak hilang gitu saja, ku putuskan untuk tidur disini, ada firasat mengatakan akan terjadi sesuatu, seperti ada yang mengatakan lewat batin.
Yang lain semua pada gembira tapi aku ada kekhawatiran dan tanda tanya ada apa ini?, dan apa yang bakal terjadi?, tapi aku gak bisa cerita sama seseorang, yang ada aku bakal jadi bulan-bulanan ledekan mereka, apalagi temen-temen aku yang pada jahil.
Aku coba diam tapi mataku liar seperti mencari sesuatu, malem ini itu malem pembuatan janur kalau dikampung ku dan besok hari pestanya.

Selang beberapa lama aku mulai gelisah, perasaan ku gak tenang tapi aku gak tau kenapa suasana kurasa panas, gerah, hingga aku keringetan yang luar biasa, lalu aku melihat sosok pocong itu lagi, tapi cuma hitungan detik dia hilang, berpindah-pindah tempat, dan menuju kekamar pengantin kakak Rosy, gak tahu waktu itu aku reflek tanpa sadar berlari menuju kamar itu dan sambil teriak 
"Jangan", aku sendri gak tahu apa arti ucapan ku.
Temen-temen ku dan semua yang berada disitu matanya semua tertuju ke pada ku, aku seperti maling yang ketahuan mencuri saja, tapi aku gak peduli, perasaan ku makin kuat aku harus buka kamar itu.

Aku coba buka kamar itu namun terkunci, sedangkan yang lain makin natap aku aneh. Akhirnya Rosy marah kepada ku.
*Rosy : Udah deh key jangan buat malu diri mu sendiri, aku gak mau kamu dilihat aneh-aneh sama orang-orang (Rosy berkata sambil menarik tangan ku)
Aku lepasin tangannya yang sedikit keras mencengkram pergelangan tanganku.
*Aku : Terserah aku bilang.. tolong buka saja dulu pintu kamarnya, gak lihat ada yang aneh apa, dari tadi kita teriak-teriak ngomong disini yang didalem ko diem gak coba liat ada apa, sementara yang didapur saja sudah pindah kesini lihat ada apa ribut-ribut.

Akhirnya ayah Rosy mungkin merasa perkataan ku bener dan dia mencoba membuka kamar itu namun gak bisa karna dikunci dari dalam, digedor-gedor juga gak dibukain, akhirnya didobrak.
Dan apa yang dilihatnya, kakaknya rosy coba gantung diri, tapi untung mungkin baru saja dan belum meninggal, lalu dibawa kerumah sakit dan akhirnya selamat.

Kembali kepada cerita pocong itu, waktu kamar dibuka aku melihat pocong itu tepat disebelah kakak rosy yang tergantung, pandangannya tajam tertuju ke pada ku, seakan dia marah, ya Allah itu pertama kalinya aku melihat pocong yang paling jelek, jauh lebih jelek dari pocong yang di film-film, bola matanya itu hampir keluar semua, gak bisa lagi aku gambarkan disini jelek diatas yang jelek lah pokoknya.

Dan seperti biasa aku gak bisa kalau lihat sampe balas tatapan itu, akhirnya aku lemes lalu jatuh disitu.
Setelah aku bangun Rosy peluk aku dan minta maaf katanya dia gak percaya sama yang aku katakan, lalu rosy sudah ceritakan kekeluarganya, akhirnya keluarga memanggil seperti kiayi atau ustadz gitu.

Lalu terbukalah sebuah kisah ternyata, pocong yang aku lihat itu ada hubungan nya sama mantannya kakak rosy yang telah meninggal, kira-kira 1 bulan yang lalu bunuh diri karena setelah mengetahui kakak rosy bakal nikah, padahal kata kakak rosy mereka sudah lama putus bahkan sudah hitungan tahun tapi dia tetep ngejar kakak rosy, kakaknya rosy tetep gak mau dan akhirnya dia yang waktu itu kerja disini kembali pulang kekampungnya dijawa. 
Disana dia seperti orang yang hampir sakit jiwa dan keluarganya pernah menelpon ke keluarga rosy agar kakak rosy mau menikah dengan anaknya itu, tapi kakak rosy menolak, dan suatu malam mungkin pikiran jeleknya datang lalu mantannya kakak rosy itu gantung diri, yang lebih mengerikan kedua matanya itu ditusuk seolah ingin dikeluarkan dari tempatnya.

Singkat cerita keluarga mantannya gak terima dan katanya mengguna-gunai kakak rosy agar bernasib mati tragis sama seperti mantanya.
Begitu cerita yang aku dapat, aku gak tahu kebenarannya.
Itu pengalam aku yang berhubungan dengan dunia ghaib yang akal ku sendri kadang gak bisa terima oleh orang lain dan kadang menyudutkan ku menjadi Orang yang sedikit aneh. Neysha Keyla Zalsabillah

Wednesday, November 22, 2017

Kisah Nyata 'Kebohongan Hotel'

Kisah Nyata 'Kebohongan Hotel'

Kisah Nyata : Kebohongan Hotel
By : Asfi Raneva

Ini cerita kakak temanku yang bekerja sebagai pelayan kamar hotel. Dia bekerja hanya 3 bulan, setelah hal ini dia berhenti. Singkat ceritanya, Para pekerja hotel itu agak jorok. Kadang ketika tamu check out, mereka hanya merapihkan tanpa mngganti seprai, sarung bantal, dll.

Suatu ketika ada pasangan muda mudi, meminta pelayanan kamar. Meminta ini dan itu dengan kasarnya tanpa memberikan uang tips. Karena profesional yang dituntut, jawaban ramah dengan senyuman menghiasi wajah untuk para tamu. Padahal pelayan hotel tau kalau mereka hanya pasangan mesum tanpa ikatan pernikahan.

Selang beberapa jam, pasangan itu pun check out. Tapi masih ngomel dan mengumpat atas pelayanan kita. Kita tak perlu menghiraukannya, dan seperti biasa harus merapikan kamar setelah tamu check out. Benar saja, kamarnya berantakan. Sampah tisu dan alat kontrasepsi berserakan dilantai, padahal ada tempat sampah di tiap sudut kamar. Bahkan kasur dan seprainya basah jadi harus mengeringkan kasur dan mengganti seprainya. Selagi memasang seprai, kasurnya agak keras, mungkin sudah rusak. Pihak reparasi pun membawanya kebelakang hotel untuk diperbaiki.

Pihak reparasi sedikit janggal, kasurnya sedikit berat. Setelah sampai ditempat reparasi, mereka menemukan jahitan lain. Tanpa segan mereka pun membongkar kasur tersebut. Sontak beberapa orang berteriak dan juga yang berada disitu kaget tanpa karuan.

Mayat perempuan telanjang tanpa busana. Penuh dengan sayatan benda tajam disekujur tubuh, meringkuk terbungkus plastik. Bercak darah yang belum mengering. Sehingga masih terlihat segar, padahal sudah ada didalam kasur lebih dari 3 bulan. Bahkan beberapa orang sudah bercinta diatasnya.

Kepolisian pun datang dengan pakain kaos dan ada juga beberapa memakai jaket hitam, agar tidak menghebohkan. Mungkin pihak hotel memiliki hubungan dengan kepolisian, karena mereka datang begitu cepat setelah dihubungi. Dan para pekerja yang mengetahuinya harus bungkam, agar tidak kebocoran informasi.


Tuesday, November 21, 2017

Share Ebook 'The Diary of Dajjal' Bahasa Indonesia

Share Ebook 'The Diary of Dajjal' Bahasa Indonesia

Kali ini mimin bakalan share sebuah Ebook yaitu The Diary of Dajjal, di bawah ini merupakan sedikit ringkasan dari buku tersebut.

The Diary of Dajjal atau judul aslinya The Arrival adalah proyek mereka yang berkali-kali dalam beberapa bulan terakhir dibatasi aksesnya oleh segelintir orang yang tersinggung atau tidak mau terungkap identitasnya. Informasi tentang Dajjal ini sebenarnya disajikan oleh kedua pemuda berjasa tersebut bukan hanya dapat dikonsumsikan untuk muslimin, namun lebih jauh dari itu, informasi ini sengaja ditujukan juga untuk orang-orang Kristen dan Yahudi itu sendiri. Oleh karena itu, penyebutan kata Dajjal sering kali dialiaskan dengan sebutan si Anti-Kristus. Itu semata-mata dilakukan agar orang-orang di luar Islam yang meyakini konsep Mesiah dan Anti-Mesiah, dapat mengambil beberapa pelajaran berharga. Sebutan sang Anti-Kristus pun terasa cukup mewakili untuk dapat dipahami oleh benak mereka. 

Dajjal atau si Mata Satu adalah seorang makhluk Allah yang diberi tangguh untuk dapat berusia panjang dan menskenariokan segala konspirasi yang terjadi di dunia ini semenjak dahulu kala. Ia adalah sesosok manusia dengan kemampuan dan kecerdasan tinggi namun memiliki penentangan yang besar terhadap Sang Penciptanya....... Sampai di sini aja ya takut kena DMCA/Hak Cipta.

Untuk kalian yang ingin membaca keseluruhan Ebook The Diary of Dajjal tersebut silahkan klik DISINI, Selamat membaca.

Monday, November 20, 2017

Kisah Nyata 'Seandainya Dulu Aku Sudah Mengerti Itu Pocong'

Kisah Nyata 'Seandainya Dulu Aku Sudah Mengerti Itu Pocong'

Kisah Nyata : Seandanya Dulu Aku Sudah Mengerti Itu Pocong
By : Unknow (maaf lupa nama penulisnya)

Kisah ini sudah terpendam begitu lama.

Jakarta tahun 2005
Ketika aku masih kecil dan masih belum mengerti tentang hewan jadi-jadian.
Dahulu semenjak adanya sepatu roda, aku selalu bermain di halaman depan rumah mengejar dan memelihara banyak hewan.
Hingga akhirnya aku terjatuh dengan kencang pada saat bermain, kaki ini terasa sakit dengan luka yang menganga, hingga akhirnya aku pun harus pergi meninggalkan hewan-hewan peliharaan.
Suatu hari ketika saya tertidur, aku berpikir tentang apakah masih ada hari esok yang indah bersama hewan-hewan kesayangan???

Tapi entahlah, aku jadi bingung, hanya bisa menahan rasa sakit pada kaki ini dan beberapa minggu setelah kaki saya sakit (keseleo gitu) akhirnya aku kembali bermain dengan hewan-hewan peliharaan.
Ada kelinci, ayam, burung pipit, kucing dan lain-lain. aku senang bisa bermain dengan mereka, dan berharap selalu bisa bermain bersama mereka siang atau pun malam. (disinilah moment menakutkan terjadi)
Pada akhirnya, setelah Adzan Ashar aku harus pulang kerumah, sebab semua hewan yang saya pelihara bukanlah di rumah saya, melainkan di rumah tante saya.

Lalu Tibalah Adzan Maghrib, disitu aku tidak lupa untuk Sholat Maghrib di Masjid bersama orang-orang dan bapak-bapak warga sekitar.
Sepulang Sholat Magrib aku bermain bersama teman ku di kebun, bersama kita mencari kunang-kunang yang berkelip-kelip indah.
Disana begitu banyak kunang-kunangnya sehingga lupa untuk pulang ke rumah, tidak lama kemudian aku melihat seekor kelinci putih yang lucu, dari kejauhan aku merasa ingin mengambilnya dan ku taruh di rumah tante bersama hewan lain nya.

Ku hampiri kelinci itu dengan perlahan sedangkan teman ku masih asik mencari kunang-kunang, namun aku tidak mengerti?? mengapa ketika ku dekati ia malah menjauh dan lari?? aku bingung?.
Lalu masuklah kelinci itu ke pepohonan bambu, ku cari dan ketemu, akhirnya aku pun dengan penuh ketidak sabaran mencoba menangkapnya dengan cepat, ketika akan menangkap kelinci yang kuhampiri malah semakin lama semakin besar.
Aku pun berjalan dengan perlahan, hingga akhirnya ia terus tumbuh sebesar orang dewasa, entah siapa dia??. Posisi dia pada waktu itu membelakangiku.

Karna aku masih anak-anak pada saat itu dan belum tahu apa-apa (polos) akhirnya aku pun bertanya kepada dirinya.
Aku : "bang.. abang diam saja? lagi ngapain bang?" tanya ku, tapi orang itu tetap diam.
Dan akhirnya entah kenapa badan ini terasa dingin dan gemetar, siapa yang saya lihat ini? tanya ku dalam hati.

Aku langsung berinisiatif untuk pergi meninggalkannya karna takut, tapi sebelum sempat berbalik badan dia bilang dengan nada yang kurang jelas.

Dia : "Ade jangan kemana-mana, kelincinya ada di sini (sambil berbalik badan)
Sumpah aku tak kuat lihatnya, saking takutnya lalu aku pun menangis memanggil, ibuuuuuuu....
Dengan jantung berdebar-debar aku lari terbirit-birit hingga pipis di celana..
(masih ada dikit lagi ceritanya.. tapi udah gak bagus) selesai..

Ya Allah..Seandainya dulu aku sudah mengerti itu pocong, aku gak bakal nyamperin... mukanya rusak. baunya busuk, tinggi dan kotor.